Puisi "Tersaruk saruk Kenangan
Hujan
Setetes air yang turun bersamaan
Dengan menghadirkan secarik nada
kenangan
Yang sampai saat ini tak bisa ku lupakan
Bayangan monokrom tentang kepahitan
dan kekecewaan
Menghampiri diriku dengan perlahan
Detak langkahnya tak bisa di dengarkan
Tapi dapat dirasakan
Entah mengapa semakin lama ku pikirkan
Semakin lama semakin bermunculan
Memang dia adalah alasan bagiku untuk
segala rindu yang tertuang dalam kognitif ku
Bercak bercak cinta yang merekah sekarang telah sirna
Emosi meletup laksana kerasnya vulkanik
Menghantam keras
Merekmukan semua permukaaan hati
Komentar
Posting Komentar