Sajak sajak penyesalan "Presisi Gutasi"




Dahulu bahagia kita berbungah riah,saat kita jalani hari hari bersama.
Kuselalu genggam tanganmu yang lembutnya bak kapas yang tumbuh dari nirwana.
Erat genggaman ku seperti cinta ku padamu
Setulus rindu yang tak pernah tau apa arti pilu

Tak ada sedetik pun ku berpaling dari derasnya godaan gadis metafisik,yang mengusik
Mencoba menelusup tanpa permisi
ke pelupuk nurani
Tapi ku tak tertarik sama sekali
Kenapa?
karna, hanya kamu satu satunya
istilah di kamus hatiku yang menarik
hati

Kemudian hari silih berganti datang tak sengaja kesepian merasuk jiwa ku

Dalam diam benaku berkata aku hanya mencintai kamu sedalam kerak bumi  hingga ke intinya
Tak usah kau ragukan lagi,cinta ku padamu tak akan pernah ragu meski sekarang tak lagi semanis sagu

Teringat jelas memori masa lalu,
Yang tiba tiba datang…..
Mengingatkan ku
Menyenggol bagai angin lalu
Yang sekarang hanyalah menjadi bayangan semu
Terbisik dalam nurani terselip dalam memori  yang tiba tiba  menghembuskan cerita kenangan dalam setiap rongga hati
Yang datang dengan menghadirkan
masa kelam yang masih saja abadi

Sampai ku tersentak
Pada satu masa teringat...

Dulu hari-hari itu rasanya indah
karna kita selalu bersama menjalani tiap tiap lini kehidupan
Yang terjal kita sangkal
yang keras kita libas
yang kita anggap rintangan kita lalui dengan penuh senyuman

Dan hatiku berkata

Aku pernah merasa denganmu ku bisa nyaman,
Mengapa?karna hadirmu,tawamu,juga senyummu mengoyak jala sepiku membisikan kata menggoreskan tinta penuh rasa keramaian

hey!kenapa sekarang kau begini tega meninggalkan cinta kita yang tumbuh dan
bersemayam di pelataran hati yang teduh,  sekarang sirna sia sia….
Seakan,
Bagai rembulan kehilangan sinarnya Evaporasi kebersamaan hanyut ditelan air mata,yang teraduk...
Terseduh derita penuh luka lara
Sekalipun diriku tak ingat ...
Padahal ia
Menari nari sembari berjalan kesana kemari seakan tak bisa dihindari.
Ya itu bola mata kekesalan,
 melihat peliknya hati ku ini.
Yang tak kunjung bahagia kembali.

Disini ku masih dengan rasa yang sama, tak pernah pudar residu janjiku padamu

Mungkin kau sudah lupa atau bahkan kau telah melepaskan partikel partikel kenangan yang bagimu dibiarkan menerobos ruang relung hatimu agar bisa bebas terbang mengangkasa menghilangkan derita yang ada

Bagiku itu tidak! Meskipun rasanya sakit tapi aku percaya bahwa sesakit apapun rasa itu ia tak akan pernah mampu membesit rindu
Akhirnya ku harus bisa melapangkan dada membasuh luka,sembari nurani ku berkata cinta bisa datang dengan dentuman yang deras diawalnya tapi jangan lupa,ia juga bisa meninggalkan sayatan luka yang sangat keras diakhirnya.

                Presisi  Gutasi karya :Nico Hadist A
                                    

Komentar

Posting Komentar